Rabu, 15 Maret 2017

IN CASE by DEMI LOVATO




Pictures in my pocket
(foto di sakuku)
Are faded from the washer
(telah luntur karena di cuci)
I can barely just make out your face
(aku hampir kesulitan mengenali wajahmu)

Food you saved for later
(makanan yang telah kau siapkan)
In my refrigerator
(yang berada di dalam lemari pendingin)
It’s been too long since later never came
(sudah sangat lama kau tidak seperti itu {menyiapkan  makanan})

I know
(aku tahu)
One day eventually
(suatu hari pada akhirnya)
Yeah, I know
(yeah, saya tahu)
One day I’ll have to let it all go
(suatu hari nanti aku harus melepaskan semuanya)
But I keep it just in case
(namun, aku menyimpannya jikalau)
Yeah, I keep it just in case
(yeah, aku menyimpannya jikalau)

In case, you don’t find what you’re looking for
(jikalau kau  tak menemukan apa yang kau cari)
In case, you’re missing what you had before
(jikalau kau merindukan apa yang dulu kau miliki)
In case, you change your mind, I’ll be waiting here
(jikalau kau berubah pikiran. Aku meninggumu disini)
In case, you just want to come home
(jikalau, kau hanya ingin kembali)

Strong enough to leave you
(cukup kuat tuk meninggalkanmu)
But weak enough to need you
(namun cukup lemah tuk membutuhkanmu)
Cared enough to let you walk away
(cukup peduli tuk membiarkanmu pergi)
I took that dirty jacket
(ku ambil jaket kotor itu)
From the trash right where you left it
(dari tempat sampah dimana kau meninggalkannya)
‘cause I couldn’t stand to see it go to waste
(karena ku tak sanggup melihatnya terbuang sia-sia)

I know
(aku tahu)
One day eventually
(suatu hari pada akhirnya)
Yeah, I know
(yeah, aku tahu)
One day I’ll have to let it all go
(suatu hari nanti aku harus melepaskan semuanya)
But I keep it just in case
(namun, aku menyimpannya jikalau)
Yeah, I keep it just case
(yeah, aku menyimpannya jikalau)
Yeah, I keep it just in case
(yeah, aku menyimpannya jikalau

In case, you don’t find what you’re looking for
(jikalau kau tidak menemukan apa yang kau cari)
In case, you’re missing what you had before
(jikalau kau merindukan apa yang dulu kau miliki)
In case, you change your mind, I’ll be waiting here
(jikalau kau berubah pikiran. Aku meninggumu disini)
In case, you just want to come home         
(jikalau, kau hanya ingin kembali)

 In case
(jikalau)
You’re looking in that mirror one day
(kau menatap cermin suatu hari nanti)
And miss my arms
(dan merindukan pelukanku)
How they wrapped around your waist
(bagaimana lenganku memeluk pingganmu)
I say that you can love me again
(aku berkata bahwa kau bisa mencintaiku lagi)
Even if isn’t the case
(bahkan jika itu tidak akan terjadi)

Ohh..
You don’t find what you’re looking for
(kau tak menemukan apa yang kau cari)
Ohh..
You’re missing my love
(kau merindukan cintaku)

You don’t find what you’re looking for
(kau tak menemukan apa yang kau cari)
In case, You’re missing what you had before
(jikalau, kau merindukan apa yang kau miliki sebelumnya)
In case, You change your mind. I’ll be waiting here
(jikalau, kau berubah pikiran. Ku kan menunggu disini)
In case, You just want to come
(jikalau, kau hanya ingin pulang)
In case
(jikalau…)
Yeah.. ohhhh



*one of my favorite Demi’s song. It is about a girl who is waiting for her man back. Demi’s voice on this song is outstanding.  Sometimes  I sing it in my bathroom. Because bathroom is an autotune  for free. xoxo

Review Singkat Drama Lee Seung Gi



Hai semua atau Hai Airen..
Salam kenal..

Post kali ini saya mau bahas selebriti multitalenta asal Korea Selatan, Lee Seung Gi. Waaaaaa.. baru dengar namanya aja udah senang yah airen.. hohhoho..

Jadi, pertama liat ahjussi satu ini (bukan oppa lagi yah? He is 30 years old this year) waktu dia main di drama brillian legacy yang ditayangkan di indosiar. He is kinda cute in that scene. Mungkin karena dia masih muda kali yee.. tapi kalau orang udah dasarnya cakep yah, mau diapain aja juga cakep. Jujur, aku tidak pernah menonton dengan serius drama itu. main asal lewat aja. Pas dapat yah ditonton alhasil aku gak tau jalan ceritanya. Tapi wajah LSG ini udah kayak ngejlek aja di otak (hati belum yah) soalnya dia mirip siapaaa gituu..
Nah, pas masuk kuliah aku ketemu sama teman aku namanya Uci. Dialah yang mempertemukanku dengan my first love oppa lewat filmnya My Girlfriends is a Gumiho. Waktu itu aku masih belum punya laptop jadi yah tiap pulang kuliah mampirlah aku kekostnya temanku ini buat nonton. Makasihh Uci atas waktu dan laptonya.



Dilihat, dilirik, dilihat, dilirik lagi wahh ahjussi satu ini senyumnya muaaaniiisss banget yah.. Airen pasti setuju kan? Apalagi di film MGFG, Lee Seung Gi berperan sebagai cowok troublemaker tapi baik hati. Namanya cha Dae Woong. Dia diikutin atau lebih tepatnya ditakut-takutin sama miho (Shin Min Ah) alias rubah berekor Sembilan yang mengikutinya kemana-mana. This is one of my favorite k-drama ever. Lucunya ada, romancenya so sweet, komedinya dapet, actor dan actrisnya oke, soundtracknya enak didenger. Paket komplittt..



Setelah berhasil menamatkan drama ini, akhirnya aku galau, kenapa? karena Cuma itu drama Lee Seung Gi yang aku punya. Hiks.. ya udah, aku nonton drama yang lain aja.. tapiii ternyata hati ini rindu juga sama doi.. and thank God. You’re all surrounded dirilis. Aku udah nonton. Si doi didrama ini berperan jadi polisi detektif namanya Eun Dae Gu. karakternya beda sekali dengan Cha Dae Woong. Doi didrama ini mau mengungkap kematian sang ibu yang tidak wajar. Ketemulah dia sama Oh Soo San (Go A ra), teman masa kecilnya yang jadi pacarnya. Mereka sama-sama detektif.
You’re All Surrounded tamat, aku langsung cari drama selanjutnya. Browsing sana sini, ternyata masih ada tiga drama yang belum ku tonton. The King 2 Heart, Gu Family Book dan Brillian legacy. Butuh perjuangan buat dapet drama ini. pengen download, tapi wifi tidak memungkinkan jadi yahh.. nunggu aja. Sambil berharap. Dan. My sister came back and told me that she find the movie. Waaahhhh senangta mo.. *makasih Amma



Di film the king 2 heart, Lee Seung Gi jadi Lee Jae Ha. Adik raja yang bandel, sombong, tapi gak tahu apa-apa. Karena sang kakak meninggal, Jae Ha yang menggantikannya menjadi raja padahal hal yang paling dia hindari adalah menjadi raja karena jauh didalam lubuk hatinya dia merasa gak yakin bisa memimpin Negara. Tapi berkat dukungan dan kebaikan sang istri (Ha ji won) akhirnya dia bisa. YES!



Kalau di film My Girlfriend is Gumiho, Lee Seung Gi ketakutan karena di ikutin gumiho alias rubah berekor sembilan, di film Gu Family Book dialah yang menjadi gumiho. hahaaha. Namanya di drama ini adalah Choi Kang Chi. Dia anak setengah gumiho dan setengah manusia. Setelah dewasa dia jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Dam Yeo Wool (Suzy MissA). Karena rasa cintanya terhadap Yeo Wool, keluarga dan teman-temannya, kang chi berusaha menjadi manusia seutuhnya. Salah satu syarat menjadi manusia adalah menemukan Gu family book atau buku keturunan kelurga gu. Gu di korea selatan adalah nama marga untuk keturunan mahluk mitos. Apakah kang chi berhasil? Apakah akhrinya dia menjadi manusia seutuhnya? Ane gak tahu soalnya episodenya kurang dua. *Mbreedeeettssmu Amma

Yah kini tinggal satu drama lagi, yaitu brillian legacy. But unfortunately, aku belum dapat drama ini. nanti kalau udah nonton aku mau cerita lagi dan semoga dramanya lengkap tanpa kurang sesuatu apapun.. See you soon folks..


Sabtu, 04 Maret 2017

Dion & Lily

Aku mantap memasuki kefe diseberang jalan. Beberapa menit lalu mity menguatkanku. Semua ini demi kebaikan kalian katanya.
Setelah memilih tempat duduk, minuman dan snack seperti biasanya. Aku menatap pintu yang mengahadap dengan tempat dudukku. Ada beberapa orang yang masuk bersama pasangan, ada juga bersama teman-teman. Tidak seperti hari kemarin, pengunjung hari ini sangat ramai. Ah ya, ini malam minggu di penghjung tahun.
Jam di dinding telah menunjukkan angka sebelas tepat. Tapi orang yang kutunggu belum datang. Kuraih handphoneku dan mengirim sms ke mity. Beberapa saat sms balasan masuk. Mity ternyata masih sibuk dibridal. Ah tidak mungkin mengganggunya di saat seperti ini.
Kuraih lagi ponselku, ku baca baik-baik pesannya. “hari ini di café seberang jalan jam sebelas, aku ingin bertemu”. Aku tersenyum, pikiranku melayang mengingat masa-masa sembilan tahun yang lalu.
Pertemuan yang tidak disengaja membuatku berkenalan dengan Dion. Dan setelah beberapa kali bertemu aku tahu kalau dia menyukaiku.
Dion benar-benar petarung sejati, entah berapa  kali kutolak ia keukeh tetap mendekat. Semua hal romatis yang ia lihat di drama korea di praktikkan. Membawakan bunga, bernyanyi, dan menulis puisi romatis. Tapi semua itu sama sekali tidak berkesan buatku.
Setelah pulang kuliah, Dion mengajakku keluar. Ada kafe di seberang jalan yang baru buka. Aku nurut saja. Aku tidak pernah menolak ketika diajak nongkrong karena Dion orangnya easy going, humoris dan pendengar yang baik. Kau tahu, listening is sexy. Kata orang di film.
Begitulah hubungan ku berjalan dengan Dion. dia menyatakan perasaannya dengan segenap jiwa, aku menolaknya seketika itu juga., kemudian kami nongkrong hingga kopi di café terasa pahit. Kalau dipikir rasanya aneh juga. Semua orang tahu kalau kami hanya berteman, tapi tidak ada pria yang mendekatiku. Well, ini menguntungkaan juga. Aku bisa fokus kuliah tanpa diiringi drama PDKT lagi.
Tidak terasa masa-masa kuliah hampir selesai. Setelah berjuang selama empat tahun hari itu aku dan seluruh mahasiswa tingkat akhir di yudisium. Kami telah resmi bergelar sarjana. Ditengah gagap gempita teman-teman, aku mnacari sosok Dion. Hari ini dia juga di yudisium. Aku tidak percaya ini, biasanya dialah yang akan berlari mendekatiku tapi sekarang malah aku yang mencarinya. “dia udah pulang tadi” rupanya dia tahu kalau aku mencari Dion.
“Well, mungkin ntar malam dia nelpon.” Aku berusaha menutupi kenyataan bahwa aku mulai menginginkan keberadaanya. Tapi malamnya, handphone ku sama sekali tidak berdering. Dion telah menghilang. Pergi tanpa jejak,  Semua akun sosmednya di tutup, Kostannya kosong. Temannya tidak ada yang tahu dimana rumahnya. Ini benar-benar konyol, selama berteman dengan dia aku sama sekali tidak tahu apapun tentangnya. Padahal tiap hari dia menempeliku seperti anak bebek ikutin induknya.
Suara pintu café berderit membangunkanku dari lamunan itu, pengunjung malam ini semakin banyak saja. padahal sebentar lagi kafe ini mau di tutup. Aku melirik siapa gerangan yang masuk tadi. Orang itu Nampak celinguk menerawang seluruh penjuru café. Ah, itu Dion.  Badannya tinggi dan tegap. Wajahnya gagah dengan rahang tegas. Kemeja agak berantakan. Dan dia terseyum.  Senyum menawan yang baru ku sadari.
Kami mengobrol banyak hal, Dion masih seperti dulu, candaannya masih sama. Seperti tidak ada yang berubah. Seolah kami baru berpisah kemarin sore dan bertemu lagi malam harinya. Dan jika ia masih seperti dulu, maka saat seperti itu dia akan mulai mengutarakan perasaannya. Entah kenapa, aku menunggu dia melakukan itu. aku sudah siap. Bukan penolakan lagi yang akan aku berikan. Hanya simple “Yes” dan kami berdua menutup pergantian tahun itu dengan cerita yang baru.
“aku mau ngasih ini” Dion menyerahkan sepucuk surat berwarna merah.
Surat cinta? Lagi? Aku tersenyum malu-malu.
Ada yang aneh dari surat cinta itu, bentuknya terlalu besar, kertasnya keras, dan apa ini? namaku tertulis lengkap dengan titelnya di depan surat cinta itu. ini bukan surat cinta, ini.. ini.. undangan pernikahan! Dion mau nikah!
“apa maksudnya ini?” nada suaraku bergetar. Dion tampak bingung. “ini undangan, aku akan menikah.”
“what?”
“iya, seminggu lagi.”
“whaaatttt?”
“kamu kenapa?
“Tega kamu yah! Setelah pergi tanpa kata-kata, sekarang kamu datang bawa kabar mau nikah??” suaraku keluh. “kamu pikir aku apa hah?”
“kamu temanku.” JLEB! Dion benar, selama ini kami memang hanya berteman. “tapi dulu kamu selalu bilang kalau akan selalu menungguku Dion, sampai aku siap dan…”
“apa empat tahun tidak cukup Lily?” Dion memotong.
Diluar sana, kembang api di lepaskan, terompet di tiup keras-keras, semua orang bersuka cita menyambut tahun baru. Kecuali aku. Duduk termenung, Dion telah pergi meninggalkan café. Seorang pelayan merangkap pemilik café mendekatiku. “hai, bagaimana kabar kalian. Aku ingin menyapa kalian tadi tapi pengunjung sedang ramai.”  Dia membersihkan meja, mengambil gelas bakas cappuccino yang di pesan Dion. “wah, kalian akan menikah? Selamat yah.” Dia terseyum tulus. Ah, undangan itu. dia salah paham. “sembilan tahu lalu, saat café ini dibuka, pria itu yang menyumbangkan bunga lily untuk di pajang di seluruh sudut ruangan. Katanya wanita yang disukainya sangat menyukai bunga lily.”