Senin, 04 Desember 2017

Vangke

Jikalau memang kau hanya sekedar datang, mengapa engkau merayu?
Aku hanya berbaik hati menawarimu segelas air putih tuk menyegarkan kembali hatimu. Mencoba menjadi baik apa adanya..
Namun kau, meminta air itu kuseduhkan dengan kopi, meski kayu bakar di tungku telah lama padam aku enyahkah semua. Ku beranikan diri memasuki hutan. Kupanaskan kembali tungku itu.
"Inilah kopimu"
Ah, aku ingin minum jus apel saja katamu.

Dasar kau tak tau adat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar