Selasa, 08 Mei 2018

Note 003

Alkisah ada dua ekor kelinci yang bersahabat memutuskan untuk menanam wortel di tengah hutan. Mereka adalah Sisi dan Bobo. Sisi merasa agak khawatir menanam wortel di tengah hutan karena di hutan itu banyak kucing liar. Tapi Bobo berpendapat lain, "hutan itu sangat subur, katanya tongkat rapuh di pinggir sungai pun bisa hidup dan ditumbuhi daun."
Besoknya mereka berangkat pagi-pagi buta menuju ke Hutan. Menjelang sore hari ketika akan kembali pulang mereka bertemu dengan seekor buaya di pinggir sungai. "Hati-hati, mereka bangsa buaya suka memakan kelinci" Sisi memperingatkan Bobo. "Ah, kalian ini suka berpikiran buruk, aku hanya menawarkan bagaimana kalau kalian menginap saja di sekitar sini, ada gua kecil diujung jembatan itu." Buaya berbaik hati.
Sasa terlihat ragu, dia akhirnya mengajak sisi berunding. "Apa kau gila? Bagaimana jika buaya itu menerkam kita saat kita tertidur?". Sisi menolak ajakan Bobo. "Tapi lihat jembatan itu, kecil dan rapuh, jika buaya sebesar itu melewatinya pastilah akan rubuh dan buaya itu akan jatuh ke jurang." Bobo melanjutkan "rumah kita jauh, akan lebih praktis kalau kita tinggal di sekitar kebun, kelak kita panen maka kita segera meninggalkan hutan ini". Sisi akhirnya setuju. Mereka berdua kelinci gendut, perjalanan jauh membuat mereka mudah lelah.
Malam itu mereka menginap di gua yang dimaksud si Buaya. Hari berganti hari wortel yang di tanam kini bisa di Panen. Mereka bergegas memanen wortel dan segera meninggalkan hutan. Melihat kesibukan si Kelinci, buaya bertanya "Mengapa kalian tidak menikmati sendiri hasil jerih payah kalian sendiri. Aku dengar bangsa kelinci sangat banyak, mana cukup dengan wortel itu." Lagi lagi Sisi dan Sasa setuju, mereka membatalkan niat keluar hutan dan malah memutuskan untuk tinggal di dalamnya.
Beberapa bulan kemudian, si Buaya tersenyum puas. "Ah, aku tak usah susah-susah mencari makanan lagi". Dari jauh ia melihat Sasa dan Sisi telah beranak-pinak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar