Kupu-kupu Hitam
Suatu hari hiduplah seekor
kupu-kupu yang cantik. Kelopaknya hitam dengan titik warna putih di pinggirnya.
Kupu-kupu itu senang berterbangan kesana-kemari mencari makan di taman bunga
yang indah nan luas. Ketika hinggap di dahan sebuah pohon tua dia melihat
setangkai bunga mawar merah yang tumbuh diantara berbagai bunga ditaman. Semua
bunga Nampak sangat memikat dengan berbagai warna dan bentuk namun bunga mawar
itu benar-benar memukau sang kupu-kupu. Kelopaknya indah, ada embun melekat di
atasnya, tangkainya berdiri kokoh, namun lazimnya bunga mawar, ia berduri.
Setiap sore menjelang magrib, sang
kupu-kupu selalu berkumpul bersama kupu-kupu yang lain di pinggir sungai. Air yang
sejuk dan ikan-ikan yang ramah membuat mereka senang berkumpul disana. Kupu-kupu
hitam menceritakan apa yang dia temukan tadi pagi.
“kamu jangan dekat-dekat dengan
mawar. Mereka memang cantik tapi berduri.. ihhhh” kupu-kupu kuning mencoba
memperingati. Sayapnya dikebas-kebaskan tanda ketakutan.
Kupu-kupu ungu yang bertengger di
dahan ikut menimpali. “iya, mereka juga pandai menipu. Aku pernah hampir mereka
tipu namun nasib baik berpihak padaku. Aku selamat.”
“daripada kita mengurus si mawar
mending kita ke sana yuk, disana ada bunga kembang sepatu. Nektarnya manis.” Kupu-kupu
yang lain kemudian bergegas terbang mengikuti kupu-kupu hijau.
“kamu tidak ikut?” Kupu-kupu biru
mengajak kupu-kupu hitam yang tidak ikut terbang dengan yang lain. “kalian
duluanlah, nanti aku menyusul” balasnya. Dalam hati Ia tidak percaya ucapan
temannya.
Pesona sang mawar telah menyihir
sang kupu-kupu hitam. Keesokan paginya kupu-kupu hitam terbang menemui mawar. Dia
masih penasaran dengan “kecantikan” mawar itu. dan juga ingin membuktikan
ucapan temannya.
“hai, kupu-kupu yang cantik, kenapa kamu sedari tadi kuperhatikan hanya
terbang diatasku. Mari hinggaplah di kelopakku dan hisaplah nektarku.” Mawar berkata
ramah.
Kupu-kupu hitam menatap mawar. Dan
wow.. cahaya matahari pagi yang kekuningan menerpa mawar menjadikannya makin
menarik. Hampir saja dia hinggap namun ia mengingat kata-kata temannya.
“tidak! kata teman-temanku kamu
itu jahat! Ada U dibalik B! kamu pasti memiliki niat buruk kan? kupu-kupu hitam
masih berputar-putar diatas mawar.
“huhuhu… selama ini aku selalu
mencoba ramah kepada semua namun ternyata ini balasan yang aku terima” mawar
tiba-tiba menangis, membuat beberapa kepoknya layu. “aku selalu ingin berbagi
nektarku dengan kupu-kupu, kumbang atau lebah. Aku tahu kalau mereka menyukai nectar
walaupun aku tahu nekatarku tidak semanis bunga yang lain tapi aku benar-benar
tulus ingin berbagai.”
Isakan mawar semakin keras, kini
tangkainya yang kokoh mulai berkerut, menunduk. kupu-kupu hitam yang melihat
mawar sedih ikutan sedih. Dia lalu menghibur mawar. “aku minta maaf mawar,
sepertinya teman-temanku telah salah paham kepadamu. Aku percaya padamu. Sekarang
berhentilah menangis sebelum seluruh kelopakmu terlepas dan tangkaimu roboh.
Setelah mendengar ucapan kupu-kupu
hitam, mawar lalu tersenyum. Suasana hatinya membaik namun tidak dengan kelopak
dan tangkainya. Sepertinya tenaganya terkuras karena menangis.
“terima kasih kupu-kupu hitam,
setidaknya sebelum aku pergi ada seseorang yang mempercayaiku dan ingin menjadi
temanku.” Mawar semakin layu.
“Oh, tidak. apa yang terjadi padamu?”
“kami bangsa mawar, hanya bisa
menangis sekali dalam hidup kami. Karena setelah itu kami akan mati. Selamat tinggal
kawan, lepas senja nanti aku akan pergi untuk selamanya.” Tubuh mawar hampir rubuh
di tanah.
Kupu-kupu hitam panik, kejadian
itu diluar perkiraanya. Awalnya dia hanya ingin membuktikan gossip yang beredar
tapi mawar justru akan mati karena berita tersebut. Sungai! Yah, ada sungai di
taman itu. kupu-kupu hitam ingat setelah hujan bunga-bunga kembali mekar. Dia sangat
menyukai pemandangan itu. bunga-bunga seperti bangun kembali berkat disiram
oleh kesejukkan air hujan dibawah naungan pelangi.kupu lalu bergegas kesungai,
mengabil air kemudian terbang ke tempat mawar dan menyiramkan air dibawah
tangkainya. Begitu terus menerus sampai mawar kembali sadar.
“Oh, kupu-kupu hitam, terima
kasih. Aku kira hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini.” mawar
mengucapkan terima kasih kepada kupu-kupu hitam yang terlihat lelah. Iyalah lelah,
dengan tangan kecilnya entah berapa kali kupu-kupu hitam terbang bolak balik
dari sungai kembali ke mawar membawa sedikit air yang tidak sebanding dengan
tangkai mawar yang besar.
“Sebagai ucapan terima kasihku,
mari, hisaplah nectarku ini. semoga bisa mengembalikan tenagamu.”
Kupu-kupu menurut. Sret sret
sret..nihil, tidak ada apa-apa disana. Kering kerontang.
“ah, ya. Aku baru ingat. Aku belum
bisa menghasilkan nectar selama beberapa minggu kedepan. Mungkin aku harus
menunggu sampai hujan datang.” mawar Nampak sangat menyesal tidak bisa
memberikan apa-apa kepada kupu-kupu hitam.
“kau tidak usah menunggu
hujan,mawar. Aku yang akan mendatangkan air untukmu.” Kupu-kupu hitam yang baik
hati menawarkan bantuan kepada mawar.
Keesokan paginya, mulailah
aktifitas kupu-kupu hitam. Terbang dari satu dahan kedahan yang lain lalu
menuju kesungai, mengambil sebanyak mungkin air yang bisa ditampung oleh tangan
mungilnya lalu kembali ke tempat dimana mawar tumbuh,menyiraminya dengan air
yang dijaga sebaik mungkin agar tidak tumpah dalam perjalanan. Begitu terus
selama berhari-hari tanpa lelah dan tidak pernah mengeluh.
Karena kesibukan itu, kupu-kupu
hitam hampir tidak pernah mampir lagi sejenak untuk mengobrol dengan
teman-temannya di sungai. “hai kawan, kemarilah sejenak. Sudah beberapa hari
ini kau terlihat sangat sibuk.” Kupu-kupu merah jambu menyapanya tapi hanya
mendapat senyuman simpul dari kupu-kupu hitam.
“iya, kami semua rindu kepadamu.”
Kupu-kupu lain ikut menimpali. Kali ini kupu-kupu hitam diam.
“lihatlah dia, di telah dihasut
oleh si mawar. Sampai-sampai dia tidak memperdulikan kita semua. Lebih baik
kamu jauh-jauh dari mawar kalau tidak ingin menyesal”
“asal kalian tahu, kalian semua
salah, mawar itu baik. Mulai sekarang aku akan mengikuti apa yang di inginkan
oleh hatiku.”
Dan sejak saat itu. hubungan
diantara para kupu-kupu renggang. Mereka sudah tidak memperdulika lagi kupu-kupu
hitam. “biarlah dia jalani hidupnya sendiri.” Begitu kata mereka.
Semakin hari mawar semakin
tumbuh, kelopknya semakin terbuka lebar, tangkainya semakin kokoh. Daunnya berubah
menjadi semakin hujau dan durinya
semakin tajam. Semua itu berkat ketulusan kupu-kupu hitam membawakan air
sedikit demi sedikit untuknya. Dan pada suatu hari ketika seluruh kelopaknya
telah terbuka sempurna, jadilah mawar menjadi bunga terindah ditaman itu.
Betapa bahagianya kupu-kupu hitam
ketika melihat mawar telah mekar. Dengan hati gembira dia terbang keatas
kelopak mawar. Ingin rasanya ia mencicipi nectar mawar yang segar. Dan BOOMMM…
lihatlah, diatas sana. Seekor kumbang putih yang cantik dengan puasnya
menghisap nectar mawar. Menyedotnya tanpa sisa. Nampak lahap sekali.
“apa yang kamu lakukan, pergi
dari sini?! Ini adalah mawarku. Aku yang berhak mendapatkan nectar itu.” kupu-kupu
hitam mengusir si kumbang. Namun yang membalas ucapan kasar kupu-kupu hitam
bukanlah kumbang melainkan mawar.
“apa kamu bilang? Aku adalah
milikmu? HAHAHAH.. kupu-kupu kamu benar-banar naïf sekali. Kamu pikir aku sudih
hidup dengan mahluk berumur pendek sepertimu. Sana! Kau jangan menganggu
kumbang cantik ini. dia jauh lebih hebat dari kamu.”
Bak di sambar petir disiang
bolong, kupu-kupu benar-benar terkejut sekali mendengar ucapan mawar. semua
usaha yang ia lakukan, semua waktu yang ia habiskan, semua cinta yang ia
persembahkan sia-sia, hampa, kosong. Betul kata teman-temannya, mawar memang
penipu ulung!
Kupu-kupu hitam tersentak
memikirkan itu. teman-temannya? Diamana mereka sekarang? Saat itu, tidak ada
yang lebih dibutuhkan kupu-kupu hitam selain teman-temannya. Tapi mereka telah
pergi. Dengan tega dia telah menghianati persahabatannya demi mawar penghianat
itu. “semua sudah terjadi. Aku menyesal.” Bisiknya dalam hati.
Di tengah dinginnya udara malam, kupu-kupu
hitam menyendiri dipinggir sungai. Tempat dia dan teman-temannya sering
menhabiskan waktu bersama. Hiks, air matanya menetes. Hatinya sakit oleh dua
hal yang sama. Penghianatan. Dia menunduk berpangku pada lututnya. Bahunya naik
turun seirama dengan tetes air matanya yang semakin banyak. Udara semakin dingin,
sepertinya akan ada badai.
Persis ketika hujan turun, sebuah
tangan mungil maraih tangannya. Beberapa yang lainnya memegang sayapnya
menariknya menghindari hujan yang semakin deras membawanya berteduh di bawah
dahan-dahan bunga kembang sepatu. Samar-samar ia melihat wajah-wajah itu, wajah
yang sama yang ia lihat saat akan keluar dari tubuh kepompongnya dulu. Wajah-wajah
temannya. Mereka tersenyum.
“Maafkan aku” kupu-kupu hitam
menunduk masih menangis. Dia terlihat sangat menyesal. Hening sejenak.
Seekor kupu-kupu menyentuh
pundaknya, “kami juga minta maaf, tidak seharusnya kami meninggalkanmu.” Ucapnya
tulus.
Kali kedua kupu-kupu hitam menatap
satu-satu wajah temannya. Bibirnya berucap lirih “terima kasih” yang ditatap
hanya tersenyum, kali ini senyum mereka semakin lebar dan pecah menjadi tawa
kecil. Tangis kupu-kupu hitam berhenti. Ia ikut tertawa. Bahagia.
Malam itu dibawah dahan bunga
kembang sepatu, sekelompok kupu-kupu berjanji akan hidup bahagia bersama. Bukan
berarti mereka akan akur selalu, tidak! akan ada pertengkaran kecil diantar
mereka tapi itu tak apa karena apapun yang terjdi I would never let you go, I
am here for you. Begitulah janji itu terpaut didalam hati mereka.
Pagi harinya, kupu-kupu hitam
bangun. Ia melihat pemandangan yang selalu ia sukai. Hujan tadi malam telah
membangunkan bunga-bunga dengan siraman kesejukkan dibawah naungan pelangi. Sinar
kekuningan matahari menyentuh hangat seluruh penghuni taman. Termasuk teman-temannya
yang sedang menunggunya di pinggir sungai. “hey, ayo kemari, coabalah nectar bunga
kembang sepatu ini rasanya manis. Kamu belum coba kan?” kupu-kupu hitam tertawa
begitupun teman-temannya.
Makassar, 18 Februari 2017
Nurul Fitrah S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar